satu mase di Popular
Assalamualaikum..
tak de mood nk menaip..
amik la entry kali nih sbgai renungan buat mase nih..
btw, tahun 2010 nih due org adek sy ade yg nk duk PMR n ade yg nk duk SPM.. jd jom same2 tazkirah diri.. ngee..
juge sy sndri n budak2 IB lain akan duk the final IB EXAM May nih!! jd tak de beza.. malah msa sy lagi pndek dr depa due nih.. pape pon smoga kite smue diberi keberkatan masa utk same2 bermujahadah utk imtihan akan dtg nih.. insyaAllah dipermudahkan lah urusan dunia ini..
Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w. sabdanya: "
Barangsiapa yang melapangkan suatu kesusahan daripada beberapa kesusahan seseorang Mu'min di dunia, maka Allah akan melapangkan untuknya suatu kesusahan daripada berbagai kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa yang memberikan kemudahan kepada seseorang yang kesukaran, maka Allah akan memberikan kemudahan padanya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang menutupi cela seseorang Muslim, maka Allah akan menutupi celanya di dunia dan di akhirat. Allah itu selalu memberikan pertolongan kepada hambaNya, selama hamba itu suka memberikan pertolongan kepada saudaranya. Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari suatu ilmu pengetahuan, maka Allah akan memudahkan untuknya jalan menuju kesyurga. Tiadalah sesuatu kaum itu berkumpul dalam sebuah rumah daripada rumah rumah Allah(masjid/surau), untuk membacakan kitab Allah (al-Quran) juga mentadarusnya antara mereka itu (membaca secara bergantian), melainkan turunlah kepada mereka ketenangan hati, ditutupi oleh kerahmatan Tuhan, juga diliputi oleh para malaikat dan Allah menyebutkan mereka itu di kalangan makhluk yang ada di sisi-Nya. Barangsiapa yang diperlambatkan oleh amalannya sendiri, maka ia tidak akan dipercepatkan oleh keturunan darahnya -yakni bahwa kebahagiaan itu tergantung pada amalan seseorang dan bukan kerana darah daging atau keturunan." (Riwayat Muslim) Hadith ke-246 Riyadus Salihin.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Hadis ini ialah:
(a) Memudahkan ertinya memberi pertolongan. Maka dengan jelas dalam Hadis ini betapa utamanya memberikan pertolongan untuk menyampaikan hajat keperluan kaum Muslimin, baik yang berupa ilmu pengetahuan, harta, darjat, nasihat atau menunjukkannya ke arah kebaikan. Juga pertolongan yang berupa tenaga atau doa yang ditujukan agar saudara seagamanya itu tercapai maksudnya.
(b) Menempuh jalan artinya, baikpun berjalan betul-betul untuk mencari ilmu itu misalnya pergi ke sekolah, pondok, pesantren dan lain-lain atau mencari jalan semacam kiasan, misalnya belajar sendiri menelaah kitab-kitab agama dan lain-lain sebagainya.
(c) Rumah Allah misalnya masjid, madrasah dan sebagainya.
(d) Orang yang suka melakukan ini (yakni berkumpul lalu belajar yang tak
dimengerti atau mengajarkan yang sudah diketahui), orang tersebut akan mendapat ketenangan hati, dilimpahi rahmat Allah, dikerumuni malaikat kerana gembira melihat orang yang sedemikian itu dan oleh Allah disebut-sebut akan dimasukkan dalam golongan hambaNya yang sangat taqarrub (mendekat) dan sangat taat pada-Nya, seperti para malaikat dan sekalian Nabi, sebab bangga melihat perbuatan hamba-Nya yang baik itu dan mengagumkan sebutannya. Inilah Hadis yang menunjukkan keutamaan membaca al-Quran secara bersama-sama atau tadarus.
(e) Orang yang sedikit amal kebaikannya, tentu tidak dapat mencapai tingkat
kesempurnaan taqwa hanya dengan menonjol-nonjolkan keturunannya saja.
Btw,
RS is Riyadus Salihin (Taman Orang- orang Soleh)
ni hah, ade satu lagi, amik! amik! sedut jgn tak sedut!
Dari Zir bin Hubaisy, katanya: "Saya mendatangi Shafwan bin 'Assal r.a. perlu menanyakan soal mengusap dua buah sepatu khuf (but). Shafwan berkata: "Apakah yang menyebabkan engkau datang ini, hai Zir?" Saya menjawab: "Kerana ingin mencari ilmu pengetahuan." Ia berkata lagi: "
Sesungguhnya para malaikat itu sama meletakkan sayap-sayapnya (yakni berhenti terbang dan ingin pula mendengarkan ilmu atau kerana tunduk menghormat) kepada Orang yang menuntut ilmu, kerana redha dengan apa yang dicarinya." Hadith ke-19 Riyadus Salihin
seterusnye...
Dari Abu Barzah - dengan menggunakan r.a. kemudian zai - iaitu Nadhlah
bin'Ubaid al-Aslami r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:
"
Tidak henti-hentinya kedua kaki seseorang hamba - di hadapan Allah - pada hari kiamat - untuk ditentukan, apakah masuk syurga atau neraka, sehingga ia ditanya perihal umurnya, untuk apa dihabiskannya, perihal ilmunya, untuk apa ia melakukannya, perihal hartanya, dari mana ia memperolehnya dan untuk apa dinafkahkannya, juga perihal tubuhnya, untuk kepentingan apa dirosakkannya - yakni sampai matinya itu digunakan apa." Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan shahih. (hadith ke 406)
Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "
Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Ingatlah, sesungguhnya dunia itu dilaknat, dilaknat pula segala sesuatu yang ada di dalamnya, melainkan berzikir kepada Allah dan apa-apa yang menyamainya, juga orang yang alim serta orang yang menuntut ilmu."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan. (hadith ke 476)
Keterangan:
Mal-'uunah, artinya dilaknati, yakni dibenci dan rendah nilainya di sisi Allah. Jadi seluruh dunia dan seisinya ini menurut Hadis di atas adalah terlaknat, selain berzikir dan yang menjurus ke arah mengingat kepada Allah, misalnya ketaatan yang dapat menyampaikan diri kepada keridhaanNya. Tetapi kita jangan sekali-kali salah faham, yaitu dengan adanya keterangan dilaknat itu lalu kita mencaci-maki hal-hal keduniawiyahan dan membencinya secara mutlak. Tetapi hendaknya kita ingat pula bahwa yang dimaksudkan itu adalah yang menyebabkan menjauhkan diridari ketaatan kepada Allah Ta'ala ataupun yang melalaikan kita, sehingga lupa kepada hal-hal keakhiratan. Ayat-ayat dan Hadis-hadis yang menjelaskan persoalan untuk giat mencari kebahagiaan di dunia itu banyak sekali.
Semoga bermanfaat... (sngt TAK mau tulis nih)
wallhualam..